About

Tentang Kami

Logawa.id adalah platform gerakan literasi yang dinaungi oleh Yayasan Gudang Sinau Indonesia. Logawa.id adalah ruang literasi digital yang lahir dari semangat untuk menumbuhkan, merawat, dan menyuarakan gagasan lokal yang bersumber dari kearifan budaya Penginyongan.

Selengkapnya

SASTRA

Wadah imajinasi dan estetika bahasa yang merawat rasa. Rubrik ini menampung fiksi dan puisi umum (berbahasa Indonesia).

PuisiSastra

Sebelum Akad di Pesisir dan Puisi-puisi Lainnya

Sebelum Akad di Pesisir Menikahlah denganku,Sebelum cinta menjadi samar. Sebab laut tak lagi menyimpan bau garamDan ikan tengiri anyir dalam rejangan kuali. Janur yang menguning di pesisir, dua butir kelapa,Sepasang tanduk kerbau Dan bunga-bunga mengirim…

Read more

Esai

Kanal pemikiran kritis dan narasi intelektual. Mengalirkan gagasan tentang fenomena sosial, budaya, dan pustaka.

EsaiPopuler

“Jika Kamu Salah, Aku belum Tentu Benar: Melihat Fundamental Moderasi Beragama”

Dulu, saya berpikir bahwa media sosial akan membuat masyarakat semakin terbuka terhadap perbedaan. Dengan mudahnya akses informasi dan interaksi antarbudaya, seharusnya masyarakat bisa lebih memahami sudut pandang orang lain dan tumbuh menjadi insan yang lebih…

Read more

Ricik-Ricik

Ruang khusus yang menyuarakan napas 'Penginyongan'. Rubrik ini didedikasikan untuk melestarikan bahasa dan kearifan lokal Banyumas.

KABAR LOGAWA
Mari Mengalir Bersama

Dapatkan kurasi tulisan sastra pilihan, wawasan budaya Penginyongan, dan informasi agenda terbaru langsung di kotak masuk surel Anda.

Latest Posts

The archives

Pagelaran Karya PBSI UMP 2026: Mencari Celah Tumbuh Kembangnya Sastra di Kampus Banyumas

Ritual Pakeong Kembali Digelar, Keberadaannya di Banyumas Dinilai Kian Terancam

Kehidupan untuk Enggar

Balada Logawa dan Puisi-puisi Lainnya

Sebelum Akad di Pesisir dan Puisi-puisi Lainnya

Begalan: Filosofi Hidup yang Tersembunyi di balik Tradisi Pengantin Banyumas  yang Hampir Terlupakan

Kehidupan untuk Enggar

Eksklusivitas dan Laku Adaptif: Jalan Sunyi Pelestarian Pakeong

Krisis Karakter Peserta Didik di Indonesia: Antara Peringkat Pendidikan dan Realitas Lapangan

Dialektika Tubuh dan Tradisi: Fenomena Banyumas Ngibing 24 Jam sebagai Instrumen Resiliensi Budaya

“Jika Kamu Salah, Aku belum Tentu Benar: Melihat Fundamental Moderasi Beragama”

Dialektika Tubuh dan Tradisi: Fenomena Banyumas Ngibing 24 Jam sebagai Instrumen Resiliensi Budaya

Menulis Puisi Berarti Membaca Semesta, Puluhan Guru SD di Kedungbanteng Ikuti Workshop Antologi Puisi

Ritual Pakeong Kembali Digelar, Keberadaannya di Banyumas Dinilai Kian Terancam

“Jika Kamu Salah, Aku belum Tentu Benar: Melihat Fundamental Moderasi Beragama”

Krisis Karakter Peserta Didik di Indonesia: Antara Peringkat Pendidikan dan Realitas Lapangan

Menulis Puisi Berarti Membaca Semesta, Puluhan Guru SD di Kedungbanteng Ikuti Workshop Antologi Puisi

Pagelaran Karya PBSI UMP 2026: Mencari Celah Tumbuh Kembangnya Sastra di Kampus Banyumas

Begalan: Filosofi Hidup yang Tersembunyi di balik Tradisi Pengantin Banyumas  yang Hampir Terlupakan

“Jika Kamu Salah, Aku belum Tentu Benar: Melihat Fundamental Moderasi Beragama”